Langsung ke konten utama

PENGINTEGRASIAN WEBSITE DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS MAHASISWA PGMI STIT AL-QURANIYAH

Tema        : Digitalisasi Kampus Menuju World Class University

Sub Tema : Transformasi Digital Mendukung MBKM

 

PENGINTEGRASIAN WEBSITE DENGAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS MAHASISWA PGMI STIT AL-QURANIYAH

 

Nur Atikah

PGMI, STIT Al-Quraniyah Bengkulu Selatan

Nurnuratikah7@gmail.com

 

Literasi sains sangat dibutuhkan di zaman revolusi 4.0 sekarang ini. Pembelajaran sains mengajak mahasiswa untuk mampu memecahkan masalah dalam kondisi nyata serta mahasiswa belajar menghafal dalam lingkup materi (Fitria, 2017). Dosen atau pendidik juga mampu menerapkan literasi sains pada pembelajaran IPA  yang memprioritaskan penguasaan mahasiswa pada bagian konteks, konten, proses, dan sikap. Literasi sains merupakan kapasitas menggunakan ilmu pengetahuan untuk mengidentifikasi pertanyaan dan pembuktian memahami tentang alam melalui aktivitas manusia(Sari & Fitria, 2021). Seorang mahasiswa yang hanya penerima fakta sains dan mampu membaca, menulis, dan berbicara sains harus melek ilmiah. Mahasiswa juga harus mampu memahami dimensi konseptual, epistemik, dan sosial terkait dengan komunitas ilmiah. Mahasiswa harus menghargai pandangan kolektif tentang apa artinya melakukan sains, tentang bagaimana berpikir, berkomunikasi dan berdebat dalam kepercayaan dan bahasa sains(Efendi et al., 2019).

Jika saat ini mahasiswa ingin bersaing di dunia global maka mahasiswa harus mampu menjadi komunikator yang mahir, kreatif, berpikir kritis dan tentunya yang tak kalah pentingnya yaitu mahasiswa harus mampu bekerjasama, untuk itu perkuliahan seharusya diarahkan untuk membekali keterampilan tersebut(sari et al., 2017). Keterampilan dalam bekerjasama merupakan salah satu kunci dalam mewujudkan proses pembelajaran yang efektif, dan keterampilan ini dibutuhkan dalam dunia kerja (Thomas et al, 1999). Kolaborasi merupakan jenis interaksi sosial dan proses belajar yang spesifik dimana anggota kelompok dapat secara aktif dan konstruktif dalam menyelesaikan permasalahan (Lee, Huh, 2017). Keterampilan kolaborasi mahasiswa dapat diketahui dengan cara memberikan berbagai tugas yang memasukkan unsur seperti proses menetapkan tujuan, membuat rencana, menghasilkan dan memilih strategi, mencoba solusi, merevisi rencana, dan menghasilkan sebuah proyek sebagai bentuk kreativitas baru.

Di zaman serba digital saat ini, teknologi berkembang begitu cepat, diperlukan model pembelajaran yang dapat mengimbangi kebutuhan zaman dan dapat menjadi penuntun guru dalam proses pembelajaran. Solusi pembelajaran lietrasi sains untuk meningkatkan keterampilan abad 21 sudah ditawarkan menggunakan model Project  Based Learning (PjBL)(Ariana et al., 2022). Namun, pengembangan lembar kerja mahasiswa menggunakan model PjBL belum menggunakan perkembangan tekhnologi digital. Oleh karena, itu untuk mengatasi hal tersebut dengan cara mengintegrasikan website dengan model pembelajaran PjBL untuk meningkatkan kemampuan literasi sains serta kebermaknaan dalam belajar. Pembelajaran berbasis website ini memanfaatkan platform website dalam pelaksanaan pembelajaraan, sehingga mahasiswa dapat mengulang materi yang belum mereka pahami(Yildirim et al., 2011);(Januarisman & Ghufron, 2016);(Hamzah et al., 2017).

Kajian dalam mengembangkan model PjBL berbasis literasi sains untuk meningkatkan keterampilan abad 21 menjadi topik yang urgensi untuk dikaji masa kini. Hal ini sesuai dengan Rencana Induk Pengembangan (RIP) Penelitian STITQ pada subtopik model Pembelajaran. Kelebihan pengintegrasian website dengan model PjBL yaitu lembar kerja ini dapat diakses kapan saja dan dimana saja dengan berbagai fitur untuk mempermudah mahasiswa ketika mengoperasikannya.  Menyediakan fitur untuk mahasiswa mengupload  produk yang mereka buat sehingga mahasiswa diberikan kesempatan untuk berkreativitas supaya produknya tidak sama. Serta dapat meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa khususnya di PGMI STIT Al-Qur’aniyah. PjBL mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung kepada peserta didik melalui kegiatan pembuatan proyek yang berujung pada terciptanya sebuah produk (Efstratia, 2014). Dilihat dari tujuan dan manfaat model PjBL dapat disimpulkan bahwa  menggunakan pembelajaran berbasis proyek dapat memberikan pengalaman peserta didik dalam mengorganisasikan proyek, mengalokasikan waktu, dan mengelola sumber daya seperti peralatan dan bahan untuk menyelesaikan tugas.

Pengembangan website berbasis model PjBL disusun berdasarkan model 4D yaitu dengan define design develop disseminate (Gistituati & Atikah, 2022). Tahap define menganalisis kurikulum, lembar kerja yang sudah ada, dan karakteristik mahasiswa(Atikah et al., 2021). Berdasarkan hasil analisis maka diputuskan untuk mengembangkan lembar kerja dengan model PjBL berbasis website untuk meningkatkan literasi sains mahasiswa. Website ini dilengkapi dengan fitur-fitur yang dapat digunakan untuk mempercepat mahasiswa mengoperasikannya. Lembar kerja berbasis model PjBL pada website yang sudah didesain divalidasi materi, bahasa dan desain setelah direfisi lalu diuji cobakan dengan mahasiswa. Setelah itu dilakukan perbaikan dari masukan terkait kendala serta fitur tambahan yang diperlukan oleh mahasiswa STIT Al-Qur’aniyah selama membuat proyek pada lembar kerja.

Gambar 1. Indikator dan Tujuan Pembelajaran Pada Pertemuan 3

 

Gambar di atas adalah salah satu desain lembar kerja berbasis proyek dengan tugas akhirnya membuat poster tentang air. Lembar kerja itu dilengkapi dengan langkah-langkah model pembelajaran PjBL menurut Sani.  Berikut URL untuk mengakses dari lembar kerja mahasiswa yang sudah dikembangkan. https://nurnuratikah.blogspot.com/2022/07/pertemuan-2-membuat-tabel-perbandingan.html ; https://nurnuratikah.blogspot.com/2022/07/pertemuan-2-membuat-tabel-perbandingan.html ; https://nurnuratikah.blogspot.com/2022/07/pertemuan-3-membuat-poster-tentang-air.html .

Lembar kerja yang sudah didesain kemudian divalidasi oleh pakar. Penilaian terdiri dari penilaian materi atau isi, bahasa dan desain yang digunakan. Terdapat beberapa revisi yang disarankan oleh validator sebelum lembar kerja dinyatakan sudah valid dan bisa digunakan. Berikut lembar kerja mahasiswa berbasis model PjBL hasil dari validasi para ahli disajikan pada tabel 1.

Tabel 1. Hasil Revisi Kegiatan Lembar Kerja Menggunakan Model PjBL

Kegiatan Pada Setiap Sintaks Model PjBL

 

Berdasarkan tabel 1 di atas, setelah direvisi beberapa kali lembar kerja dinyatakan layak untuk diujicobakan. Para validator memberikan rata-rata nilai kelayakan dari lembar kerja berbasis model PjBL sebesar 93 dengan kategori sangat valid. Pasa aspek belajar mandiri (Self Instruction) diperoleh rata-rata skor sebesar 96,6 dengan kategori sangat valid. Pada aspek bersahabat (User Friendly) diperoleh rata-rata skor sebesar 95,8 dengan kategori sangat valid. Pada aspek komponen model PjBL diperoleh rata-rata skor sebesar 92 dengan kategori sangat valid. Pada aspek kelayakan bahasa diperoleh rata-rata skor sebesar 91,6 dengan kategori sangat valid. Pada aspek kualitas grafis diperoleh rata-rata skor sebesar 88,6 dengan kategori sangat valid. Berdasarkan hasil penilaian dari validator maka lembar kerja mahasiswa yang mengintegrasikan website dengan model PjBL sudah bisa untuk diujicobakan di lapangan.

 Hasil angket praktikalitas dari penggunaan lembar kerja mahasiswa PGMI STIT Al-Qur’aniyah diperoleh nilai rata-rata 85,6% dengan kriteria sangat praktis pada aspek kemudahan penggunaan, materi literasi sains, komunikatif, penugasan dan proyek yang dibuat serta tampilan dari lembar kerja berbasis PjBL yang disajikan pada website. Maka dapat disimpulkan bahwa lembar kerja ini sangat mudah digunakan, mudah disajikan, dan mudah dipahami dalam proses pembelajaran.  Lembar kerja mahasiswa berbasis model PjBL yang disajikan di website dapat diakses oleh dosen lain, para guru maupun mahasiswa luas sebagai referensi proses pembelajaran, suatu wadah untuk mengasah kemampuan literasi sains serta meningkatkan kreativitas (Hekmah et al., 2019);(Fuadati & Wilujeng, 2019).

Untuk melihat seberapa efektif lembar kerja mahasiswa berbasis model pembelajaran PjBL untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa dapat diukur menggunakan nilai N-gain. Nilai n-gain dihitung berdasarkan selisih rata-rata nilai pretest dengan nilai posttest. Hasil uji n-gain score dapat dilihat pada tabel 2.

Tabel 2. N-gain Score Kemampuan Literasi Sains Mahasiswa

Rata-rata Pretes

Rata-rata Posttest

N-gain Score

Kategori

46,23

80,45

63,81

Sedang

                                                                                   

Berdasarkan tabel 2 menunjukkan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa mengalami peningkatan sebesar 63,81% dari kemampuan awal mahasiswa sebelum menggunakan pengintegrasian webstie dengan model PjBL pada lembar kerja dengan kemampuan mahasiswa setelah menggunakan lembar kerja mengintegrasikan webstie dengan model PjBL. Berdasarkan persentase kenaikan tersebut maka program pembelajaran yang dilakukan  berjalan dengan lancar dan berhasil, tetapi pembelajaran menggunakan lembar kerja berbasis PjBL di website lebih meningkatkan persentase jika dibandingkan dengan hanya menggunakan lembar kerja sebelumnya.

Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa lembar kerja yang mengintegrasikan website dengan model PjBL  dinyatakan layak, praktis dan efektif untuk digunakan ketika proses pembelajaran. Terdapat perbedaan kemampuan mahasiswa antara sebelum dengan sesudah menggunakan lembar kerja yang mengintegrasikan website dengan model PjBL. Hal tersebut menunjukkan bahwa penggunaan lembar kerja yang mengintegrasikan website dengan model pembelajaran PjBL efektif untuk meningkatkan kemampuan literasi sains mahasiswa PGMI STIT Al-Qur’aniyah. Keefektifan tersebut dikarenakan pembelajaran dengan menggunakan lembar kerja pada website menjadi hal yang baru bagi peserta didik, sehingga mereka lebih tertarik dan antusias dalam belajar IPA dan membantu mereka untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreativ dan kolaboratif saat membuat produk.

 

Adapun implikasi artikel ini sebagai berikut :

1.      Jika menggunakan lembar kerja berbasis model PjBL pada website, maka berpengaruh dengan kemampuan literasi sains mahasiswa PGMI. Hal ini didukung dengan aktivitas dari pertanyaan mendasar, membuat rencana kegiatan, sampai dengan membuat sebuah proyek.

2.      Jika menggunakan  lembar kerja berbasis model PjBL pada website, maka mahasiswa mencapai sendiri kemampuan literasi sainsnya. Hal ini dikarenakan, mahasiswa terlebih dahulu menggunakan triknya sendiri (membuat model sendiri) untuk memecahkan masalah pada website. Pembuatan model tersebut termasuk ke dalam kreativitas mahasiswa, dengan model tersebut pendidik memberikan probing questions atau pertanyaan menyelidik untuk mendorong pemikiran mendalam mengenai pelajaran IPA. Tujuannya untuk mengajak mahasiswa berpikir kritis serta mengeksplorasi pikiran ide atau perasaannya sehingga mampu meningkatkan kemampuan literasi sainnya.

 

Adapun saran yang perlu ditindak lanjuti oleh peneliti lain yaitu sebaiknya mengembangkan kemampuan literasi sains berbasis model pembelajaran khususnya PjBL di website. Serta untuk peneliti lain dapat mengembangkan kemampuan mahasiswa yang lain dengan memanfaatkan website.

 

 

Referensi

 

Ariana, R. M., Rasmawan, R., Sartika, R. P., Hairida, & Erlina. (2022). Pengembangan Lkpd Berbasis Project Based Learning Pada Materi Pencemaran Air Di Smp Pontianak. Jurnal Education and Development, 10(2), 259–268.

Atikah, N., Gistituati, N., Fitria, Y., & Syarifuddin, H. (2021). Validitas E-Modul Matematika Sekolah Dasar Berbasis Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME). Jurnal Basicedu, 5(6), 6103–6109. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i6.1799

Efendi, N., Fitria, Y., Farida, F., & Syahniar. (2019). Peningkatan Partisipasi Pikiran Siswa Pada Pembelajaran IPA Menggunakan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat ( STM ) Di Kelas IV Sekolah Dasar. Jurnal Basicedu, 3, 882–893.

Efstratia, D. (2014). Experiential Education through Project Based Learning. Procedia - Social and Behavioral Sciences, 152, 1256–1260. https://doi.org/10.1016/j.sbspro.2014.09.362

Fitria, Y. (2017). Efektivitas Capaian Kompetensi Belajar Siswa Dalam Pembelajaran Sains Di Sekolah Dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dan Pembelajaran Sekolah Dasar, 1(2). https://doi.org/10.24036/jippsd.v1i2.8605

Fuadati, M., & Wilujeng, I. (2019). Web-Lembar Kerja Peserta Didik IPA terintegrasi potensi lokal pabrik gula untuk meningkatkan rasa ingin tahu peserta didik. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 5(1), 98–108. https://doi.org/10.21831/jipi.v5i1.24543

Gistituati, N., & Atikah, N. (2022). E-Module Based on RME Approach in Improving the Mathematical Communication Skills of Elementary Students. Jurnal Ilmiah Sekolah Dasar, 6(1), 106–115.

Hamzah, N., Ariffin, A., & Hamid, H. (2017). Web-Based Learning Environment Based on Students’ Needs. IOP Conference Series: Materials Science and Engineering, 226(1), 0–7. https://doi.org/10.1088/1757-899X/226/1/012196

Hekmah, N., Wilujeng, I., & Suryadana, I. G. P. (2019). Web-LKS IPA terintegrasi lingkungan untuk meningkatkan literasi lingkungan siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan IPA, 5(2), 129–138.

Januarisman, E., & Ghufron, A. (2016). Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Web Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Untuk Siswa Kelas Vii. Jurnal Inovasi Teknologi Pendidikan, 3(2), 166. https://doi.org/10.21831/jitp.v3i2.8019

Lee, Huh, R. (2017). Collaboration, intragroup conflict, and social skills in project-based learning. In Instructional Science (Vol. 43, Issue 5). https://doi.org/10.1080/14636310303143

sari,  kartika arum, Prasetyo, Z. K., & Widodo, S. W. (2017). Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik IPA Berbasis Model Project Based Learning Untuk Meningkatkan Keterampilan Kolaborasi dan Komunikasi Peserta Didik Kelas VII. Jurnal Pendidikan Matematika Dan Sains, April, 5–24.

Sari, L., & Fitria, Y. (2021). Improving Science Process Skills of Elementary School Students by Using Problem Based Learning Approach. Jurnal Pajar (Pendidikan Dan Pengajaran), 5(1), 172–181.

Yildirim, N., Kurt, S., & Ayas, A. (2011). The effect of the worksheets on students’ achievement in chemical equilibrium. Journal of Turkish Science Education, 8(3), 44–58.

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

STATISTIK MENENTUKAN MEAN, MEDIAN, MODUS, QUARTIL, STANDAR DEVIASI, VARIANS

Tentukan mean, median, modus, quartil, SD dan varians dari data di bawah ini! 50 50 51 52 52 52 53 54 54 55 56 56 56 57 57 58 58 59 60 60 60 61 61 62 62 62 63 63 63 64 64 65 66 66 66 67 68 68 69 69 70 70 71 71 72 73 75 75 75 76 76 77 78 78 79 79 79 79 79 79 80 80 81 81 82 82 82 82 83 83 83 83 83 83 ...

Rancanglah sebuah masalah penelitian dalam bidang masing-masing yang analisis datanya menggunakan uji t untuk dua sampel independen (independent sample t-test)

  3.Rancanglah sebuah masalah penelitian dalam bidang masing-masing yang analisis datanya menggunakan uji t untuk dua sampel independen ( independent sample t-test ). Berikan jawaban dengan mengikuti prosedur berikut. a.     Rumusan Masalah:  …… Apakah terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar audiovisual dan visual? b.    Hasil pengumpulan data (gunakan data Kelompok B dan C ) c.     Hipotesis Penelitian: …………. Hipotesis Statistik: H 0 : µ1 = µ2  tidak terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar audiovisual dan visual , H 1 : µ1 ≠ µ2 terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa dengan gaya belajar audiovisual dan visual   e.     Hasil analisis data dengan SPSS: …………. Group Statistics   Grup N Mean Std. Deviation Std. Error Mean ...